Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka Senin-Jum'at 07.00 s/d 20.00, Sabtu-Minggu 07.00 s/d 19.00
Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : tabung oksigen, nebulizer, masker oksigen, kolostomi bag, stetoskop, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, termometer, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda Melayani Anda Layaknya Saudara
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Bahaya Keracunan Oksigen

Bahaya Keracunan Oksigen

Diposting pada 19 Desember 2018 oleh mastha medica
Mungkin anda pernah mendengar cerita tentang seorang bayi prematur, yang ditaruh dalaminkubator, lalu diberi oksigen berlebihan, kemudian menjadi buta. Bukannya oksigen itu penting, jadi kenapa kelebihan oksigen malah menjadi buruk? Kita bernafas dengan menghirup oksigen yang kita dapatkan dari udara (udara mengandung 21% oksigen). Oksigen itu memang penting bagi nafas kehidupan, karena jika kekurangan oksigen dapat terjadi hipoksia, bahkan anoksia yang berakhir dengan kematian. Jadi karena oksigen itu baik, kita berpikir tentu menghirup 100% oksigen itu bakal lebih baik lagi untuk tubuh kita. Padahal tidak, malah buruk jadinya. Oksigen yang murni itu bisa menjadi racun jika dipergunakan dengan tidak benar. Lho, bagaimana dengan orang-orang yang dirawat di rumah sakit yang diberi selang oksigen lebih dari 21%itu? Mereka diberi oksigen lebih dari 21% karena tubuh mereka memang kekurangan oksigen atau membutuhkan oksigen lebih banyak sesuai beratnya penyakitnya dan cara terapi penyakit tersebut menurut ilmu medis, jadi kebutuhan oksigen mereka lebih banyak dari pada orang yang sehat. Tubuh orang sehat tidak membutuhkan oksigen sebanyak orang yang sakit, dan jika kebanyakan, tubuh bisa ngambek. Bahkan kebanyakan oksigen dianggap menimbulkan radikal bebas. Kasus keracunan oksigen ini, umumnya terjadi pada penyelam laut dalam (yang pakai tabung oksigen), orang yang menjalani terapi hiperbarik dan pada bayi prematur yang diberioksigen dalam inkubator.

Efek Keracunan Oksigen pada Sistem Syaraf Pusat

Efeknya dapat muncul dalam beberapa menit setelah menghirup terlalu banyak oksigen. Gejalanya hampir sama denga gejala pada orang yang epilepsi, sehingga tentu menambah bahaya tenggelam jika terjadi pada penyelam.
Terbagi menjadi beberapa fase:
1. fase Pre-Tonic Build-Updimana pada fase awal ini dapat dirasakan atau gerakan otot kecil pada bibir atau otot muka lainnya (ya, dibalik kulit muka yang tipis itu ada ototnya juga, meskipun kecil-kecil). Dapat dirasakan juga rasa pusing, mual, pernafasan dapat menjadi tidak teratur, susah konsentrasi, kebingungan, mati rasa, dan kesemutan. Muka juga menjadi lebih pucat karena kelebihan oksigen dalam darah menyebabkan vasokonstriksi (penyempitan pembuluh darah) pada muka. Jika anda menghirup oksigen berlebih dan gejala ini muncul, segera ganti hirup ke udara biasa saja.
2. fase Tonik, dimana otot-otot menjadi kaku sehingga tidak bisa bernafas, karena yang menggerakan dada dan perut untuk bernafas itu otot. Dapat berlangsung selama beberapa menit. Laludiikuti
3. fase Klonik, dimana penderita kejang-kejang selama beberapa menit. Pernafasan mulai bekerjakembali.
4. fase Relaksasi
, dimana otot-otot menjadi lemas, penderita kebingungan atau bengong dan sudah bernafas lagi. Tentu saja jika seorang penyelam mengalami serangan keracunan oksigenini saat di dalam air, sudah selayaknya teman-temannya membantu membawanya keluar dari air sebelum penyelam tadi makin dalam tenggelam.Saat fase klonik, penderita harus dipegang agar tidak jatuh. Nah, saat penderita sudah masuk fase relaksasi,Jalur pernafasan (airway) harus dibuka dengan cara kepala diposisikan menengadah, dan mulut harusdibuka. Muntah yang tersisa di mulut sebaiknya dikeluarkan, tapi hati-hati bagi penolong janganmemasukkan jari ke mulut penderita, kalau-kalau terjadi kejang lagi, nanti jari penolong bisa tergigit.Keadaan seperti capek, stress, lelah, karbon dioksida yang berlebihan, tubuh terendam di air dingin, ataukondisi tubuh yang sedang lemah akan meningkatkan kemungkinan terjadinya keracunan oksigen ini.2.

Efek Keracunan Oksigen pada Paru-Paru

Saat paru-paru terekspos dengan oksigen yang berlebih dan dalam waktu lama (terus-menerus),terjadi kerusakan secara bertahap. Pertama, terjadi timbunan infiltrat / cairan pada jaringan paru (edema).Lalu terjadi kerusakan pada alveoli dan pembuluh kapiler paru tadi, menyebabkan pendarahan (hemoragi). Setelahitu, tubuh berusaha menyembuhkan dirinya, sehinggadaerah yang rusak di paru-paru tadi menjadi lebih tebal dankeras daripada sebelumnya (seperti jika kita luka di kulit, bekas lukanya tentu tidak sebagus kulit sehat sebelumnya,apalagi yang bakat keloid.). Kapasitas paru berkurangkarena dinding pembatas antara alveoli dan pembuluhdarah kapiler paru tadi menebal. Hal menyebabkanatelektasis, yaitu keadaan anatomis dimana volume ruangudara pada paru berkurang.
 Pertama terjadi edema, lalu hemoragi, akhirnya atelektasis.
Adapun keluhan yang dapat muncul adalah:
  1. batuk-batuk,
  2. rasa nyeri / sakit didalam dada,
  3. sulit bernafas,
  4. deman,
  5. telinga berdenging,
  6. mual,
  7. muntah,
  8. kecapaian.
Semua gejala tersebut bisa berkurang perlahandengan cara yang sangat mudah, yaitu berhenti menghirup oksigen berlebihan dan mulai menghirup udarayang biasa (sehari-hari) saja. Udara biasa ini gratis dan kadar oksigennya sesuai untuk orang sehat.3.

Efek Keracunan Oksigen pada Mata

Pada orang dewasa, dapat menjadi rabun jauh (myopia) yang dapat membaik seiring berjalannya waktu. Tetapi pada bayi yang lahir prematur, dapat terjadi kerusakan mata yang sampai kepada kebutaan. Retinopathy of Prematurity (ROP), yaitu terlepasnya retina dari tempatnya di dalam bagian belakang mata. Retina sendiri fungsinya menerima gambaran penglihatan, jadi jika retina tidak pada tempatnya, maka gambaran penglihatan tidak bisa masuk untuk diterima otak. Diduga terjadi karena terpapar oksigen berlebihan menimbulkan celah di antara sel spindel mesenkimal mata. Celah ini mengganggu pembentukan pembuluh darah mata yang normal (yang memberi makan retina).
Semoga Bermanfaat 🙂
El

Bagikan informasi tentang Bahaya Keracunan Oksigen kepada teman atau kerabat Anda.

Bahaya Keracunan Oksigen | Mastha Medica

Belum ada komentar untuk Bahaya Keracunan Oksigen

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
STOK HABIS
SIDEBAR
})