Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka Senin-Jum'at 07.00 s/d 20.00, Sabtu-Minggu 07.00 s/d 19.00
Toko Alat Kesehatan Mastha Medica Menyediakan berbagai macam alat kesehatan, diantaranya : tabung oksigen, nebulizer, masker oksigen, kolostomi bag, stetoskop, kursi roda, alat cauter, walker, tongkat kruk, instrumen medis, timbangan, termometer, dll. Informasi selengkapnya, klik link berikut http://www.masthamedica.com/ Informasi lainnya, bisa buka link http://alatmediskesehatan.com Kami senang jika bisa melayani Anda Melayani Anda Layaknya Saudara
Beranda » Artikel & Tips Kesehatan » Si Kecil Bernafas Dengan Nada Yang Tinggi ? Waspada Gejala Pneumonia

Si Kecil Bernafas Dengan Nada Yang Tinggi ? Waspada Gejala Pneumonia

Diposting pada 12 Desember 2018 oleh mastha medica

Orang tua perlu mewaspadai pneumonia pada anak yang dapat ditandai dengan gejala awal berupa batuk dan gangguan pernapasan. Penyakit infeksi paru-paru ini, jika tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan gangguan serius pada anak, bahkan berakibat fatal,terutama anak usia di bawah lima tahun.

Pneumonia adalah kondisi di mana salah satu paru-paru Anda mengalami peradangan. Penyebabnya dapat disebabkan oleh banyak hal seperti jamur, bakteri, dan virus. Namun sebagian besar kasus pneumonia umumnya disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada paru-paru Anda. Umumnya gejala pneumonia berkembang dalam waktu satu hingga dua hari, lalu mengalami perlambatan setelah beberapa hari.

Infeksi ini diawali dengan mengganggu sistem pernapasan bagian atas (hidung dan tenggorokan) Anda. Lalu infeksi tersebut akan berpindah menuju paru-paru, yang kemudian menghambat pergerakan udara dalam paru-paru, sehingga Anda akan semakin mengalami kesulitan dalam bernapas. Sebagian besar pneumonia dapat ditangani hingga sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu (pneumonia karena virus umumnya membutuhkan waktu yang lebih lama). Namun kondisi Anda tentu akan lebih buruk bila pneumonia yang Anda alami dibarengi dengan keberadaan penyakit lain dalam tubuh Anda.

Sistem Imuntas yang Belum Sempurna

Sistem imunitas pada anak yang lemah atau belum terbentuk sempurna tidak mampu membasmi infeksi awal yang ringan, sehingga infeksi dapat menyebar ke paru-paru dan menyebabkan pneumonia. Pneumonia pada anak dapat menyebabkan sulit bernapas dan asupan oksigen berkurang.

Anak-anak yang memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia, antara lain:

  • Bayi yang tidak mendapat air susu ibu (ASI)
  • Anak yang kurang gizi
  • Anak-anak dengan HIV
  • Anak yang terkena infeksi campak
  • Tidak mendapatkan imunisasi
  • Bayi terlahir prematur

Sejumlah faktor lingkungan juga dapat meningkatkan risiko anak terkena pneumonia, misalnya orang tua yang merokok atau tinggal di pemukiman padat penduduk.

Gejala pneumonia pada anak

Agak berbeda dengan pneumonia secara umum, pneumonia pada anak justru pada beberapa kasus tidak ditandai dengan peningkatan tempo pernapasan, terutama bila pneumonia tersebut menyerang paru-paru bagian bawah. Gejala yang terjadi umumnya justru demam, muntah-muntah serta nyeri pada perut bagian bawah.

Beberapa gejala lain yang menandakan anak Anda diserang pneumonia antara lain:

  • Demam
  • Batuk, yang mungkin kering dan mungkin juga berdahak diikuti dengan lendir atau mukus berwarna hijau atau kuning.
  • Bernapas dengan nada yang tinggi,
  • Kesulitan bernapas. Umumnya anak Anda tetap akan merasakan kesulitan bernapas bahkan saat ia tengah beristirahat.
  • Muntah-Muntah.
  • Rasa nyeri pada bagian dada.
  • Nyeri pada perut yang bisa terjadi karena usaha anak Anda yang terlalu keras untuk bernapas dengan normal.
  • Penurunan aktivitas.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pada kondisi yang lebih parah warna bibir dan kuku anak Anda akan membiru.
  • Berkeringat

Cara Mencegah Pneumonia pada Anak

Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah ketika penderita pneumonia batuk atau bersin, termasuk menyentuh sapu tangan penderita. Selain itu dapat menular melalui berbagai peralatan makan dan minum milik penderita.

Untuk itu, agar terhindar dari penyakit ini berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  • Gizi yang cukup

Memberikan ASI pada bayi minimal selama enam bulan pertama. Ini penting untuk menguatkan daya tahan tubuh anak secara alami dalam melawan penyakit. Cukupi kebutuhan nutrisi anak dengan memberikannya buah, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.

  • Imunisasi

Temasuk imunisasi Hib (Haemophilus influenzae tipe B) vaksin campak, serta vaksin pertusis atau batuk rejan yang dikenal dengan imunisasi DPT (Difteri, Pertusis, Dan Tetanus). Imunisasi tersebut merupakan cara paling efektif untuk mencegah pneumonia.

Menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih

Meliputi kebersihan diri seperti mencuci tangan sebelum makan, kebersihan lingkungan seperti menjauhkan anak dari asap rokok atau polusi udara, pastikan pula menjaga sanitasi, seperti kebersihan rumah dan ventilasi udara yang baik, serta mengolah makanan secara bersih.

Jangan biarkan pneumonia pada anak menyebabkan kondisi yang lebih serius. Jaga kebersihan serta penuhi kebutuhan nutrisi anak, dan jangan lupa untuk memberikan imunisasi sesuai jadwal.

 

Semoga Bermanfaat 🙂

El

 

Link Produk Terkait :

Masker Oksigen Sungkup O2 Kantung Hi – Oxy Mask Non Rebreathing

Paket Tabung Oksigen 2M3 + Isi + Troli + Regulator + Selang

Regulator Tabung Oxygen Oxigen Oksigen O2 Avico Medical Regulator

Bagikan informasi tentang Si Kecil Bernafas Dengan Nada Yang Tinggi ? Waspada Gejala Pneumonia kepada teman atau kerabat Anda.

Si Kecil Bernafas Dengan Nada Yang Tinggi ? Waspada Gejala Pneumonia | Mastha Medica

Belum ada komentar untuk Si Kecil Bernafas Dengan Nada Yang Tinggi ? Waspada Gejala Pneumonia

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
*Harga Hubungi CS
Ready Stock
SIDEBAR
})